Penjual Tokopedia 100% Berdomisili di Indonesia

Penjual Tokopedia apakah berasal dari indonesia semua? ataukah ada yang dari luar negeri juga? disamping itu kabar gembira Gojek dan Tokopedia akhirnya bergabung secara resmi.

Gojek dan Tokopedia kini telah resmi merger di bawah grup yang diberi nama GoTo. Pada 17 Mei 2021, Co-CEO Gojek Andre Soelistyo mengatakan, mergernya Gojek dan Tokopedia dalam Grup GoTo menjadi hari yang sangat bersejarah dan akan menandai fase pertumbuhan berikutnya bagi Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial. Gojek maupun Tokopedia, keduanya bermula dari startup yang memiliki fokus layanan yang berbeda. Gojek didirikan oleh Nadiem Makarim yang saat ini menjabat sebagai Mendikbud, bersama dengan rekannya Michaelangelo Moran, dikenal dengan aplikasi ojek onlinenya. Sedangkan Tokopedia didirikan oleh Wiliam Tanuwijaya yang dahulunya seorang penjaga warnet.

Tokopedia Umumkan Pendanaan Baru 1,1 Miliar USD

Tokopedia merupakan perusahaan perdagangan elektronik atau sering disebut toko daring. Sejak didirikan pada tahun 2009, Tokopedia telah bertransformasi menjadi sebuah unicorn yang berpengaruh tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara.

Belanja online terus menjadi alternatif masyarakat selama pandemi Covid-19 untuk mengurangi risiko penyebaran virus di tempat ramai. Semakin lama orang-orang pada tertarik untuk berjualan di online terutama di Tokopedia.

AVP of Product Tokopedia Priscilla Anais enggan membagi angka kenaikan yang spesifik. Tapi jika dibandingkan dengan jumlah penjual tahun lalu, kenaikannya terbilang cukup besar.

Priscilla Anais

“Saya tidak bisa bagi angka pastinya tapi yang pasti kita memang mengalami peningkatan penjual baru yang cukup drastis di masa-masa COVID-19 ini,” kata Priscilla dalam wawancara virtual, Senin (27/4/2020).

Penjual Tokopedia: Data Penjual sampai 5 Jt!

“Kalau di-recap tahun lalu saja Tokopedia itu seller-nya 5 juta, di tahun ini sudah 7,8 juta. Jadi ini pertumbuhan yang eksponensial,” ujarnya.

Priscilla menambahkan kenaikan ini sepertinya dipicu banyaknya bisnis yang terpaksa menutup toko fisiknya atau membatasi operasionalnya karena pandemi. Akibatnya mereka secara perlahan mengalihkan bisnis offline-nya menjadi online.

Kenaikan penjual baru ini juga dapat dilihat dari kategori produk yang laris di tengah pandemi COVID-19. External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Candra Wijaya mengatakan selama bulan Maret 2020 ada beberapa kategori yang transaksinya meningkat drastis yaitu kesehatan, keperluan rumah tangga serta makanan dan minuman.

“Dari sisi penjual sendiri kalau kita ambil contoh kategori perawatan dan kesehatan pribadi tadi kita mendapatkan pertumbuhan penjual baru mencapai 2,5 kali lipat dibandingkan rata-rata pada bulan sebelumnya,” jelas Ekhel dalam kesempatan yang sama.

Selain kebutuhan harian tersebut, Priscilla mengatakan Tokopedia juga mencatat kenaikan transaksi di kategori yang terbilang tersier seperti produk hiburan dan produk untuk mendukung kerja dan belajar dari rumah.

“Kayaknya karena orang bosan di rumah kita melihat peningkatan yang sangat bagus di produk entertainment dan work from home. Jadi orang beli layar monitor, juga konsol game ini permintaannya sangat besar,” pungkas Priscilla.

External Communications Senior Lead Tokopedia Ekhel Chandra Wijaya menyampaikan marketplace terdiri dari beberapa model bisnis yakni lintas negara dan domestik. Ekhel mengatakan marketplace lintas negara memfasilitasi transaksi antar negara sehingga memungkinkan adanya impor di dalam platform, sedangkan marketplace domestik tidak memfasilitasi transaksi antar negara.

Penjual Tokopedia: Ekhel

“Marketplace domestik hanya beroperasi di satu negara, Tokopedia misalnya, hanya menerima penjual asal Indonesia dan memfasilitasi transaksi dari Indonesia untuk Indonesia,” ujar Ekhel Jumat (5/3).

Ekhel menyampaikan produk yang dijual di Tokopedia sudah berada di Indonesia dan atau sudah melalui proses bea cukai dari distributor dan dijual kembali pedagang eceran.

Penjual Tokopedia:100 Persen adalah UMKM Indonesia!

Berkaitan dengan profil penjual, ucap Ekhel, Tokopedia mencatatkan lebih dari 10 juta penjual yang tergabung di Tokopedia, hampir 100 persennya adalah UMKM, bahkan 94 persen penjual berskala ultra mikro.

“Artinya ada peningkatan sebesar lebih dari 2,8 juta dari 7,2 juta penjual sejak sebelum pandemi Januari 2020 lalu,” lanjut Ekhel.

Ekhel mengatakan komitmen Tokopedia dalam merespon pandemi sekaligus mendukung sebanyak-banyaknya UMKM lokal dengan mengupayakan sejumlah inisiatif seperti kampanye #JagaEkonomiIndonesia dan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia yang berfokus memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan tanpa harus ke luar rumah, menjaga kelangsungan bisnis para penjual khususnya para UMKM lokal, sekaligus turut mendorong pemulihan ekonomi Indonesia.

“Selain #JagaEkonomiIndonesia, Tokopedia juga telah menggencarkan kolaborasi dengan pegiat usaha lokal makanan dan minuman melalui Tokopedia Nyam,” ungkap Ekhel.

Ekhel mencontohkan Mad Bagel sebagai salah satu contoh pegiat usaha lokal yang berinovasi memanfaatkan platform digital Tokopedia untuk menjual berbagai pilihan roti bagel lewat kampanye Tokopedia Nyam.

“Setelah mengikuti kampanye tersebut sejak Juli 2020, kini penjualan Mad Bagel meningkat sangat signifikan bahkan mencapai 270 persen atau sebesar hampir 4 kali lipat,” sambung Ekhel.

Selain Mad Bagel, Ekhel mencontohkan Dimsum 49 yang juga gencar mengikuti kampanye Tokopedia Nyam selama pandemi. Ekhel menyebut penjualan Dimsum 49 meningkat hingga 90 persen atau sebesar hampir dua kali lipat. Bahkan bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi 200 karyawan dan menambah penghasilan bagi sekitar 3 ribu reseller yang mayoritas adalah ibu rumah tangga dan karyawan terdampak pandemi.

“Sekali lagi, kami ingin menekankan Tokopedia hanya menerima penjual asal Indonesia dan memfasilitasi transaksi dari Indonesia untuk Indonesia. Artinya, 100 persen penjual di Tokopedia berdomisili di Indonesia,” ucap Ekhel.

Tokopedia, dia katakan berharap, seluruh pihak lebih gencar berkolaborasi dalam membantu pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM, bangkit dan terus berkontribusi memulihkan ekonomi. Mengingat peran signifikan UMKM terhadap PDB Indonesia, yakni sebesar lebih dari 60 persen.

“Sudah waktunya kita menjunjung lebih tinggi rasa bangga buatan Indonesia, perlahan diubah menjadi sebuah kebiasaan yang dapat mendorong para UMKM bisa meraja di negeri sendiri. Demi membawa perekonomian negeri yang lebih mandiri,” kata Ekhel menambahkan.

Penjual Tokopedia:: Bangga Buatan Indonesia

 

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *